Dalam banyak mitologi dan sistem simbol budaya, sosok perempuan
selalu akrab dipakai sebagai perlambang 'penjaga', 'pengayom, juga
'perawat'
Sebut saja, dewi sri atau ibu pertiwi. Itu adalah
representasi atas bumi sbg sumber penghidupan, dan simbol yang penting
dalam mengenal alam
Tersebar juga kepercayaan juga mitologi tentang simbol penjaga lautan, yang identik dengan perempuan.
Sayangnya,alur
cerita tak semuanya mulus. Pada ruang filosofis perempuan telah
mencapai puncak posisi.Sedang realitas yang berjalan, berbeda .Akar yang
sedemikian kuat ini, menjadikan sosok perempuan pada peran sentral
kehidupan sosial, juga pada lingkup kecil, yaitu keluarga
Sosok
ibu adalah titik awal dari filosofi tentang perempuan. Sebuah simbol
komplit tentang sumber ketangguhan sekaligus kelembutan Dibeberapa
tempat di nusantara, bahkan sosok ibu kerap disebut secara idiomatik
"Tuhan Terlihat" bukan bermaksud untuk menyekutukan Tuhan
Tapi
hanya istilah untuk menggambarkan, betapa peran ibu sedemikian penting
dalam kehidupan. Itu adalah bahasa simbol, jangan ditelan mentah
Jika kemudian kenyataan sekarang berbeda, ada pergeseran posisi dan perlakukan atas perempuan juga Ibu, mari pikirkan bersama
Dimulai
dari diri sendiri, menghormati ibu, berbakti. Menghormati kaum
perempuan dimanapun. Karena regulasi negara, belum mampu menyukup
IKLAN
Benidictus Tambajong
Dari Tanah Toar Lumimuut bersama bundaku,Gerilya Negriku,bertemu dengan saudara saudara se-Nusantara. Ternyata SIMBOL dan RITUAL sejatinya adalah perilaku atas bersemayamnya AKU dalam diriku.
Torang Memang Samua Basudara Saling Memanusiakan.
I Yayat U Santi !
Torang Memang Samua Basudara Saling Memanusiakan.
I Yayat U Santi !




