Negara ini tak akan bangkrut,tapi yang terjadi adalah “lebih besar pasak dari pada tiang,kesombongan para abdi negari perlu tak dicontoh”.Mereka katakan Negari ini akan bangkrut jika tak menaikan BBM,tapi diotak mereka Pesawat Kepresidenan penting untuk diadakan.Andai Negari ini Bangkrut untuk apa Pesawat Kepresidenan tersebut?.Apakah sang presiden masih merasa layak untukmenaikinya?.
BBM direncanakan naik tanpa melihat sisi pemborosan yang terjadi dimana mana,korupsi merajalela tak sedikit dilakukan dan dilakoni mereka yang berada dilingkungan Istana,atau dekat dengan kekuasan.Mungkin kalau tak cocok disebut mereka dekat dengan kekuasaan justru menjadi lucu karena korupsi yang terjadi sangat terstruktur,sistemik dan ujung ujung dilakukan elit partai politik.Rakyat diminta menanggung apa yang diolah secara keliru.Seharusnya berkaca pada over kuotaBBM 2011 saja maka dapat dikatakan negari ini salah urus.
Apalagi jika pembelian Pesawat Kepresidenan.terbengkalainya sarana pra sarana pendidikan gedung sekolah banyak yang tak layak digunakan jika dijadikan sebagai para pembanding antara rencana kenaikan BBM dan sejumlah pemborosan yang dilakukan pemerintah.
Orba berkuasa selama 32 tahun,sang presiden tak pernah berbicara ataupun berkeinginan untuk membeli pesawat Kepresidenan,walaupun banyak kelemahan saat rezim Orba berkuasa.
Adalah Susilo Bambang Yudoyono pada tahun ke enam kekuasaannya mulai berancang ancang pembelian pesawat kepresidenan.Memang bukan hal yang terlalu jelek,tapi mungkin tak tepat waktu,disaat tahun ketujuh pemerintahan Yudoyono merealisasi pembelian pesawat tersebut jika tepat waktu maka Rakyat Indonesia menhadiahkan Lembaga Kepresidenan dengan sebuah pesawat mewah pada awal 2013.Sangat bertentangan dengan pernyataan sang menteri ESDM yang ngotot naikan BBM kalau tidak menurutnya negari akan bangkrut alias GULUNG TIKAR ditahun ini juga 2012.Kalau demikian adanya lantas siapa yang akan menggunakan Pesawat Mewah Kepresidenan?
Interior Pesawat
BBM di 2011 lalu jebol melewati target yang ditetapkan sehingga pemerintah harus nombok Rp 36 triliun.
LSM Bendera merilis total dana yang dibutuhkan untuk interior dan security sistem pesawat kepresidenan mencapai Rp 243 miliiar. Bila jika diasumsikan ada 100 kursi di dalam pesawat itu, maka harga rata-rata tiap kursi senilai Rp 2 Miliar.(jadi ingat kursi ruang banggar)
Saya tak ingin menilai berlebihan nilai Pesawat tersebut ,juga tak ingin mengetahui angka pembelian,tapi menjadi rancu disaat anggaran APBN 2011 nombok akibat Over Kuota,terdapat juga aliran dana Pembelian pesawat kepresidenan.
Jika anggaran Interior pesawat saja sudah bernilai Rp 243 miliar,maka harga pesawat kepresidenan tentu kurang lebih mendekati nilai 1 Trilyun.Memang banyak sanggahan dari kalangan lingkaran dalam istana bahwa jika menggunakan Garuda akan lebih boros,tapi mereka lupa Garuda adalah Milik Bangsa Indonesia,apa mau dikata tak ada celah untuk mengkritik kalangan istana walaupun kebijakan mereka terkesan dan memang sudah keliru.Pembenaran terus dilakukan,dan inilah CITRA yang ingin di tampilkan bukan saja pada Rakyat tetapi pada masyarakat dunia.Apakah pantas membeli pesawat dengan hutang ,mengapa terjadi over kuota BBM 2011?,saat ini ribut menaikan harga BBM,bagaimana pertanggung jawaban terhadap salah urus BBM dan harus nombok?.Tentu sekali lagi kita ingat pesawat kepresidenan dibeli dengan hutang,secara bersamaan anggaran dikucurkan untuk membayarnya LUNAS !(tapi dari hasil utangan).
NEGARI BANGKRUT JIKA TAK MENAIKAN BBM,
Heran ada apa dengan Menteri ESDM Jero Wecik,apa yang melandasi pernyataan Negara akan Bangkrut jika tak menaikan BBM.Padahal hanya untuk memperjuangkan Anggaran Belanja Subsidi tahun 2012 yang membengkak hingga Rp 64,3 triliun atau 30,8% dalam RAPBN 2012.Lantas bagaimana dengan 36 trilyun yang salah kelola? Bagaimana dengan transparansi anggaran,kemana saja dan apa yang menyebabkan salah kelola,jika hanya alasan subsidi ,harga minyak dunia naik,bukankah subsidi memang amanah UUD 45 ?
Mungkin rakyat tak akan mengeluh dan berdemo jika BBM dinaikan Rp 20.000 sekalipun ,asalkan dikelola secara benar .Pak menteri ESDM lupa Negari tak bangkrut,yang bangkrut adalah APBN,akibat pembelanjaan APBN yang BOROS,salah urus,”Besar Pasak dari pada Tiang”.
Kepemimpinan negri ini sudah ibarat Bebek Lumpuh (lame duck),korupsi merajalela adalah persoalan yang melilit para kader partainya sang menteri ESDM sehingga partai itu mendulang public humiliation (demikian harian The Economist).
SBY makin tak dipercaya rakyat ditambah banyaknya menteri yang berlomba memudarkan Citra sang pemimpin Pencitraan,demikian SBY semakin kehilangan otoritas.
Apakah Indonesia dalam konteks negari akan bangkrut,mungkin sang menteri harus paham apa itu negari.Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain. Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent.
“Saran agar rakyat Indonesia sesegera mungkin mengumpulkan sejuta Pesawat KERTAS untuk dihadiahkan bersamaan pada tanggal 1 April 2012, saat pegumuman kenaikan harga BBM”
BBM direncanakan naik tanpa melihat sisi pemborosan yang terjadi dimana mana,korupsi merajalela tak sedikit dilakukan dan dilakoni mereka yang berada dilingkungan Istana,atau dekat dengan kekuasan.Mungkin kalau tak cocok disebut mereka dekat dengan kekuasaan justru menjadi lucu karena korupsi yang terjadi sangat terstruktur,sistemik dan ujung ujung dilakukan elit partai politik.Rakyat diminta menanggung apa yang diolah secara keliru.Seharusnya berkaca pada over kuotaBBM 2011 saja maka dapat dikatakan negari ini salah urus.
Apalagi jika pembelian Pesawat Kepresidenan.terbengkalainya sarana pra sarana pendidikan gedung sekolah banyak yang tak layak digunakan jika dijadikan sebagai para pembanding antara rencana kenaikan BBM dan sejumlah pemborosan yang dilakukan pemerintah.
Orba berkuasa selama 32 tahun,sang presiden tak pernah berbicara ataupun berkeinginan untuk membeli pesawat Kepresidenan,walaupun banyak kelemahan saat rezim Orba berkuasa.
Adalah Susilo Bambang Yudoyono pada tahun ke enam kekuasaannya mulai berancang ancang pembelian pesawat kepresidenan.Memang bukan hal yang terlalu jelek,tapi mungkin tak tepat waktu,disaat tahun ketujuh pemerintahan Yudoyono merealisasi pembelian pesawat tersebut jika tepat waktu maka Rakyat Indonesia menhadiahkan Lembaga Kepresidenan dengan sebuah pesawat mewah pada awal 2013.Sangat bertentangan dengan pernyataan sang menteri ESDM yang ngotot naikan BBM kalau tidak menurutnya negari akan bangkrut alias GULUNG TIKAR ditahun ini juga 2012.Kalau demikian adanya lantas siapa yang akan menggunakan Pesawat Mewah Kepresidenan?
Interior Pesawat
BBM di 2011 lalu jebol melewati target yang ditetapkan sehingga pemerintah harus nombok Rp 36 triliun.
LSM Bendera merilis total dana yang dibutuhkan untuk interior dan security sistem pesawat kepresidenan mencapai Rp 243 miliiar. Bila jika diasumsikan ada 100 kursi di dalam pesawat itu, maka harga rata-rata tiap kursi senilai Rp 2 Miliar.(jadi ingat kursi ruang banggar)
Saya tak ingin menilai berlebihan nilai Pesawat tersebut ,juga tak ingin mengetahui angka pembelian,tapi menjadi rancu disaat anggaran APBN 2011 nombok akibat Over Kuota,terdapat juga aliran dana Pembelian pesawat kepresidenan.
Jika anggaran Interior pesawat saja sudah bernilai Rp 243 miliar,maka harga pesawat kepresidenan tentu kurang lebih mendekati nilai 1 Trilyun.Memang banyak sanggahan dari kalangan lingkaran dalam istana bahwa jika menggunakan Garuda akan lebih boros,tapi mereka lupa Garuda adalah Milik Bangsa Indonesia,apa mau dikata tak ada celah untuk mengkritik kalangan istana walaupun kebijakan mereka terkesan dan memang sudah keliru.Pembenaran terus dilakukan,dan inilah CITRA yang ingin di tampilkan bukan saja pada Rakyat tetapi pada masyarakat dunia.Apakah pantas membeli pesawat dengan hutang ,mengapa terjadi over kuota BBM 2011?,saat ini ribut menaikan harga BBM,bagaimana pertanggung jawaban terhadap salah urus BBM dan harus nombok?.Tentu sekali lagi kita ingat pesawat kepresidenan dibeli dengan hutang,secara bersamaan anggaran dikucurkan untuk membayarnya LUNAS !(tapi dari hasil utangan).
NEGARI BANGKRUT JIKA TAK MENAIKAN BBM,
Heran ada apa dengan Menteri ESDM Jero Wecik,apa yang melandasi pernyataan Negara akan Bangkrut jika tak menaikan BBM.Padahal hanya untuk memperjuangkan Anggaran Belanja Subsidi tahun 2012 yang membengkak hingga Rp 64,3 triliun atau 30,8% dalam RAPBN 2012.Lantas bagaimana dengan 36 trilyun yang salah kelola? Bagaimana dengan transparansi anggaran,kemana saja dan apa yang menyebabkan salah kelola,jika hanya alasan subsidi ,harga minyak dunia naik,bukankah subsidi memang amanah UUD 45 ?
Mungkin rakyat tak akan mengeluh dan berdemo jika BBM dinaikan Rp 20.000 sekalipun ,asalkan dikelola secara benar .Pak menteri ESDM lupa Negari tak bangkrut,yang bangkrut adalah APBN,akibat pembelanjaan APBN yang BOROS,salah urus,”Besar Pasak dari pada Tiang”.
Kepemimpinan negri ini sudah ibarat Bebek Lumpuh (lame duck),korupsi merajalela adalah persoalan yang melilit para kader partainya sang menteri ESDM sehingga partai itu mendulang public humiliation (demikian harian The Economist).
SBY makin tak dipercaya rakyat ditambah banyaknya menteri yang berlomba memudarkan Citra sang pemimpin Pencitraan,demikian SBY semakin kehilangan otoritas.
Apakah Indonesia dalam konteks negari akan bangkrut,mungkin sang menteri harus paham apa itu negari.Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain. Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent.
“Saran agar rakyat Indonesia sesegera mungkin mengumpulkan sejuta Pesawat KERTAS untuk dihadiahkan bersamaan pada tanggal 1 April 2012, saat pegumuman kenaikan harga BBM”




