Hore, Nazarudin Bebas Murni !

“Hore,….Om Nazar bisa bebas MURNI”.sempat kaget juga suara anak tetangga yang tak kusadari nonton dari balik jendela.

Anto Bonjol demikian ku panggil namanya, “Sini masuk dikau Bonjol”,tak seberapa lama dia duduk disampingku.“Mengapa dikau kayak kesurupan neriakan kebebasan Nazarudin,..” tanyaku ingin mencari alasan anak kecil ini.

“Om Nazar itu sangat beruntung BAP nya tak sesuai dengan yang didakwa ,saya yakin Om Nazar bebas”,jawab Anto Bonjol,tapi langsung nyambung :”Om Papaku sial BAPnya lengkap,rampok sepeda motor di BAP hingga si penambal ban ikut masuk namanya”.

“Loh bapakmu rampok ya ? pantasan tak kelihatan,anak anak kog sebut sebut BAP segala tahu ngak arti BAP?” tanyaku (saya kaget tetanggaku perampok,dasar anak kecil tak dapat nyimpan rahasia bapaknya).”Om BAP itu singkatan dari Berita Acara Pemeriksaan,.saya tahu karena saat mendampingi papaku di kantor polisi”,jawab Anto Bonjol.

”ck ck ck ,dikau hebat Bonjol,..kecil kecil tahu BAP segala ya,..,nah kalau kau katakan BEBAS dasar pemikiranmu apa JOL ?” tanyaku ngetes saja si Bonjol lagi.

“Om bapakku tak didampingi bapak bapak yang makai baju hitam ,bergantung dileher ada putihnya   saat sidang maklum aku saja tak sekolah sebab tak ada biaya.Kalau Om Nazar tuh yang pakai baju hitam gantungan dileher ada kain putih saja sampai adu aduan berebutan membelanya.Menurutku dengan keahlian Bapak dan Ibu yang gunakan Baju Hitam itu ,BAP yang lucu lucuan akan dengan mudah dibantah dan merupakan kemenangan Om Nazar” terang Anto Bonjol terdengar dewsa dan ahli (entah apa yang terjadi pada Anto Bonjol aku juga kurang memperhatikan perkembangan anak ini tapi jelas dia usianya 12 Tahun).

“Dasar loe Jol,mereka Nazar dan yang pakai baju hitam saja sudah protes bahwa BAP tak sesuai dan minta di koreksi,kau tahu apa ini urusan orang pintar”.kataku mematahkan perkiraan si Bonjol.
“Om kadang juga aku bingung mengapa yang pintar kadang kala melakukan kekeliruan dan Kebohongan,padahal dengan kepintarannya tak perlu berbohong saja pasti nasibnya tak seperti saya dan bapa “.

Sambil mengacak pinggang Bonjol acungkan telunjuknya,”banyak yang katanya katanya sadaap tuh barang yang katanya katanya dan katanya,tapi kabur dan kabur seperti Om Nazaruddin”.

Hebat benar ini anak,aku baru sadar saat tadi mengedumel dalam hati mengapa KPK sangat ceroboh menangani masalah Kasus Nazaruddin yang konon BAP dan Tuduhan tak mempunyai Korelasi.

Seakan pendapatku juga dibenarkan oleh tindakan Nazaruddin dan Tiem Pengacaranya yang Protes bahwa BAP tak sesuai dengan Dakwaan.

Anto Menyadarkan saya bahwa dengan kejanggalan BAP itu maka Nazarudin akan bebas seperti Cut Tari yang dibela HotmanParis,dan akan sangat berbeda dengan Ariel Peter Pan yang masuk penjara walau dibela OC Kaligis.Dalam bebarapa perkara Mafia Hukum yang saya cermati terjadinya “penyelewengan/rekayasa” pada BAP.BAP yang Jeblok dan telah direkayasa akan dapat meringankan terdakwa,praktek ini biasa dilakukan di tingkat pemeriksaan dimana adanya KONCOISME antara Pengacara,Jaksa Pemeriksa,bisa saja aparat kepolisian pada kasus Pidana biasa seperti kasus papanya Anto Bonjol (sebuah kemungkinan tapi jarang untuk si miskin yg tak punya uang).

“Jadi menurutmu bagaimana caranya agar Pak SBY dapat memberantas Korupsi di Negri ini Jol”,tanyaku pada Anto Bonjol anak 12 tahun yang menyadarkan aku akan apa yang terjadi hari ini di pengadilan Tipikor atas BAP Nazaruddin yang abal abal.
“OM Tolong bilang Pak SBY agar Si KORUPTOR DIMISKINKAN supaya tak ada uang seperti bapakku untuk bayar Bapak Bapak yang gunakan baju hitam itu ”. (Maksud Anto Bonjol Pengacara).

This entry was posted in