Dapat diduga berbagai tanggapan miring merujuk pada mantan Bupati Kutai Kertanegara,sebut saja nama Drs Syaukani Hasan Rais MM muncul. Maklum Pak Kaning (begitu masyarakat memanggilnya) sempat menjadi pesakitan KPK terkait lahan Bandara yang direncanakan akan dibangun sang Bupati.
Runtuhnya Jembatan Tenggarong (Golden Gate Tenggarong) tentu berbagai pihak akan mengkaitkan dengan sosok Pak Kaning,banyak media menulis bernada menuduh terjadi mark up,terkait usia Jembatan Tenggarong yang tergolong masih mudah (10 tahun).Banyak yang tak mengetahui bahwa awal Perencanaan Jembatan Tenggarong di laksanakan oleh Bupati sebelumnya yakni Drs H,Ahmad Maulana Sulaiman,Msc pada tahun 1995-2001,Pak Kaning menjabat Bupati setelah pemekaran Kabupaten Kutai,dan melanjutkan Proyek Prestisius JEMBATAN GOLDEN GATE TENGGARONG.Polemik politik terjadi dan terdapat 2 pejabat Bupati sebelum Pak Kaning menjabat kedua kalinya sebagai Bupati Kutai Kertanegara hingga menjadi pesakitan KPK,walau di kursi roda karena sakit tapi Pak Kaning tetap di tahan.Banyak yang berebutan menjadi petinggi Kutai Kertanegara,tak lain dan tak bukan daerah ini kaya raya jadi merencanakan Pembangunanpun akan mudah selama itu menjadi komitmen Pemimpin Daerah.
Demikian Pak Kaning berinovasi membangun Kutai Kertanegara,berbagai suara miring tentang sepak terjangnya mungkin memenuhi ruang ruang media lokal.Jembatan Tenggarong salah satu dari sekian banyak opsesi Kaning,banyak polemik keterlambatan pembayaran pada kontraktor,namun sang bapak tetap meyakini bahwa apa yang dilakukan adalah untuk masyarakat Kutai kertanegara. dan pasti terbayarNamun sepandai dan segesitnya sang bapak akhirnya tegelicir pada masalah Lahan Bandara (memang jika Bandara itu terwujud mungkin nama Pak Kaning akan semakin harum).Era Reformasi menghantar sang bupati ke Hotel Prodeo,KPK yang sedang gencar membangun Citra,menjadikannya pesakitan.Mungkin pada saat itu belum banyak yang memahami KRIMINALISASI,namun jika kita tanyakan pada Rakyat Kutai Kertanegara maka nama Pak Kaning masih dianggap TOKOH yang Berjasa memajukan Kutai Kertanegara.Pak Kaninglah yang pertama melaksanakan Pertandingan Tinju Internasional Chris Jhon,nama Tenggarong menggaung seantero negri.
Jembatan Maha Karya Sang Bupati kini runtuh,konon pekerjaan pembangunannya dilaksanakan oleh Kontraktor Plat Merah PT Hutama Karya .
Sesuai UU no 18/1999 tentang Jasa Konstruksi, disebutkan bahwa hasil pekerjaan konstruksi yang gagal sebelum 10 tahun, maka hal itu tanggung jawab kontraktor,”
Bagaimana pemerintah bersikap ,sementara Juknis perawatan yang sudah ada untuk bentang jembatan gantung yang kecil-kecil, sedangkan yang bentang besar masih dalam proses finalisasi,”
Berbagai pihak bisa mengatakan Pembangunan Jembatan Tenggarong “Golden Gate” penuh rekayasa,penuh trik dan intrik korupsi (mark up),namun “SIAPA MAKAN SIAPA “.Sebut saja berbagai praktek praktek KORUPSI dilakukan saat ini namun semuanya tak tuntas diselesaikan KPK.Orang dapat mengatakan Syaukani jelek namun yang bersangkutan telah menjalani hukuman dan banyak bukti pembangunan,sekarang KPK segeralah menetapkan Otak dari Korupsi Wisma Atlet,Proyek Hambalang,jika Syaukani di masukan ke Hotel Prodeo karena lahan Bandara Kutai Kertanegara,bagaimana dengan kasus Hambalang?.
PENTING UNTUK DIINGAT TANGGAL 26 ADALAH SEJARAH PAHIT BAGI BANGSA INDONESIA ,BAGAIMANA DENGAN PARA PEMIMPIN ?
Teguran bagi Instansi Teknis bekerjalah secara profesional selesaikan JUKNIS Perawatan Jembatan dengan bentang besar,sebelum terjadi keruntuhan lagi. [Kompasiana B Tambajong]



