Siang Terpilih Malam Jadi Selebritis

Abraham Samad terpilih dengan menyakinkan menjadi Ketua KPK yang baru,tapi saya sempat kaget pada malam hari menjadi Selebriti di salah satu stasiun televisi.Mengingat selang seminggu ia berkata menjadi pemimpin KPK tak perlu banyak komentar di media,harapan kejadian semalam adalah sebuah kewajaran (anggaplah saya keliru memaknainya).

Namun bukan tak beralasan betapa banyak sosok yang idealis sebelum tercapai cita citanya dan berubah diselang masa kepemimpinan.Target dari Visi Abraham Samad pada efisiensi sumber daya yang terbatas di KPK dengan memprioritaskan pada kasus yang besar-besar saja namun tuntas sangat dapat diterima logika kepatutan.

Sepintas hal ini dapat diterima namun Abraham Samad dan ketiga komisioner KPK yang baru terpilih harusnya menelaah kejanggalan BAP kasus yang melibatkan Nazaruddin.Betapa sangat lucunya BAP tersebut sehingga menuai sanggahan para pengacara Nazarudin.Kepemimpinan KPK dibawah Busyro Muqodas bukannya telah memberikan “Signal”?.Berbagai komentar miring pada Busyro tentang BAP yang cukup aneh,seakan mempertanyakan kesungguhan KPK menuntaskan kasus yang melibatkan tokoh politik.Sangat lucu jika yang memilih Abraham Samad juga teman teman dari Nazaruddin (Partai Demokrat).

Sosok Abraham Samad sangat mengejutkan terpilih sebagai Ketua KPK,memang sosok populer tak menjamin keberhasilan KPK,namun harapan adalah harapan butuh waktu pembuktian.Konsistensi ,Komitmen Abraham Samad ditunggu namun penting dicermati mengapa pilihan jatuh pada sosok Abraham Samad padahal digadang gadang oleh banyak pihak lebih cenderung pada Bambang Widyayanto.Dalam kepemimpian KPK yang Colektif kita berharap adanya sinergis antara ke 5 komisioner KPK.Namun penting di cermati adalah GEBRAKAN awal tentang Kasus Kakap Nazaruddin yang menurut Ketua KPK sebelumnya Busyro Muqodas “terstruktur,sistemik”.Hendaklah masalah Freeport menjadi agenda setelah tuntasnya kasus Bank Century dan Nazaruddin.

Apakah Abraham Samad dan ke 3 Komisioner KPK yang baru akan bersinergis dengan apa yang telah terpampang jelas didepan mata ?.Bukankah keanehan BAP kasus Nazaruddin didapat sebuah signal tentang keengganan KPK memeriksa para petinggi Partai Demokrat.Benarkah dugaan kentalnya “campur tangan” kekuasaan atau Partai Politik terkait surat Nazaruddin pada ketua dewan pembina partai ?.
Mari kita pantau apakah ada keberanian membuka kasus Nazaruddin dengan Group PERMAI .

This entry was posted in