Sketsa Negri Bertua

Apakah salah jika sebagian besar rakyat Indonesia tak berpikir tentang “penguasa” sekarang ini?,dan mereka memilih berpikir tentang “harapan” Indonesia kedepan.Jika logika bahasa “pemerintah” adalah pihak yang memerintah,maka jungkir baliklah kita dengan “harapan”.Apakah cara berpikir saya keliru,ternyata negara tak punya pemimpin,tapi hanya mempunyai pemerintah.Maka berbicara pemerintah saya tak akan berpikir apa apa tentang mereka,untuk meringankan maka saya beranggapan saja sebagai berikut :
1.Mereka sedang membangun kehancuran.
2.Mereka adalah sekelas manusia yang sudah tidak mungkin lagi mengubah Indonesia.
Rakyat Indonesia mempunyai potensi sumber daya manusia yang tak kalah tajam,berotak encer namun sejauh saya mengamati para kaum terdidik setelah masuk dalam sebuah sistim maka lupa akan siapa “saya” akan kemana dan bagaimana sepatutnya.Bahkan lebih banyak menelaah diluar diri sendiri ,apakah yang disebut pendidikan dan ilmu pengetahuan semakin lama,kian membawa seseorang keluar dari kemanusiaannya,dan lupa pulang ?.
FAKTA :
Bagaimana negri ini yang katanya memilih pemimpin dengan suara rakyat langsung dan mendapat dukungan 60 % suara rakyat begitu kuatir dan lambat dalam mengambil keputusan.Bagaimana Negara ini yang dikatakan pemimpinnya sendiri akan memberantas korupsi namun ternyata kerabat dekat dan para koleha separtainya berpesta pora korupsi secara sistemik terstruktur?.Bagaimana Negara ini yang pemimpinnya sendiri mengatakan menjadikan hukum sebagai panglima namun ternyata para penegak hokum dirusak mentalitasnya hanya dengan membela kolega pemimpin agar luput dari jeratan hukuman?  Keadilan dipermainkan dan terkesan bermata yang dapat memilah mana kolega sang pemimpin mana yang tidak.
Bagaimana negara ini  yang aparat polisi hanya dimanfaatkan untuk mengamankan demo demo / pergerakan mahasiswa dan rakyatnya sendiri?.Adapun demo demo itu adalah sebuah tuntutan tentang tegaknya hukum,adili koruptor yang nota bene adalah nilai kekritisan masyarakat yang demokratis.Bahkan yang paling terakhir dilibatkannya TNI untuk bersama sama dengan polisi mengamankan demo demo rakyatnya sendiri.TNI yang seharusnya menjaga keamanan negara dari ancaman pihak asing.
Adakah pemimpin itu hadir ? tidak,bahkan foto foto mereka dibakar secara terang terangan oleh rakyatnya sendiri.Menyedihkan ketidak hadiran pemimpin dan terkesan pemimpin takut akan bayangannya sendiri.Takut akan bayangan sendiri menjadi sebuah indikasi kekeliruan atau ketakutan pada kebohongan dan tipu muslihat mungkin saat menggapai kekuasaan. Fakta diatas dapat terlaksana semua karena PERINTAH dan benar hanya ada PEMERINTAH,tanpa PEMIMPIN.Namun sesuai komitmen diatas maka saya akan dengan ringan mengatakan biar saja mereka sedang membangun kehancuran ,mereka adalah kelas manusia yang tak mungkin merubah Indonesia.
Ada hal yang lebih fundamental dari pada mempersoalkan pemerintah yakni kemudikan logika kita yang keliru tentang perbedaan Pemerintah dan Pemimpin sehingga tak terlalu berharap banyak.
Saya mencintai Indonesia namun sudah lama tak merasakan kehadiran Negara dalam hidup saya.Negara dan jajarannya tak sanggup lagi menjaga keamanan rakyatnya,marilah kita semua yang merasa rakyat Indonesia untuk menjaga diri,harta benda secara swadaya.