“Monolog” Nazaruddin Makin Garang

Usai menyerang Anas Urbaningrum kini giliran SBY,disebutkan Nazaruddin,beda saja sekarang bukan “Nyanyian” tapi “Puisi”,mungkinkah Nazaruddin tak ingin bersaing,maka pilihan sebagai Sastrawan adalah tepat.
Polemik, pengacara dan KPK ,pengacara dan duta besar,memainkan peran penting fokusnya satu OC Kaligis.Tetapi menarik kemarin 18 Agustus 2011 M Nazaruddin mendatangi KPK ybs telah di damping pengacara.Menarik saat usai diperiksa Nazaruddin “berpuisi Monolog”,

Saya minta Pak SBY tolong jangan diganggu anak istri saya.
Saya minta Pak SBY, anak sitri saya jangan diganggu.
Saya minta sama Pak SBY, jangan ganggu anak istri saya.
Saya enggak akan ngomong apa-apa.
……… saya lupa semuanya.

……… saya enggak tau apa-apa.

Demikian jelas “puisi monolog”, Nazaruddin ketika keluar dari Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/8/2011), pukul 13.40 WIB.Memang ada beberapa kali terdengar kalimat memelas seorang Nazarudin “mirip-mirip”,walau mungkin taksama tapi inti permohonan lisan adalah meminta SBY tak mengganggu anak dan istrinya.
Bahkan secara jelas dan terang terangan sebagai penguatan SIMBOL“Barter”, tutur Nazaruddin.

OC Kaligis dan M Nazaruddin sedang memainkan peran “memelas” teraniaya tapi menyerang .

Tak ada nama Anas Urbaningrum lagi,jadi bagi saya Nazaruddin bukan tertekan,tapi kesan “teraniaya” sering dimainkan Nazaruddin untuk membangun OPINI PUBLIC.terkait seperti polemik antara KPK dan OC Kaligis sang Pengacara membangun OPINI KPK “Dendam” atas kisah lalunya menulis kasus Bibit & Chandra.Sejalan menyerang KPK atas ketidakadilan memberikan Hak didampingi pengacara untuk Nazaruddin OC Kaligis juga menyerang sang Duta Besar Indonesia untuk Colombia,sumpah serapahpun dipertontonkan.

KPK dengan tegas menyatakan Korupsi Terstruktur dan Sistemik mengarah pada symbol “kekuasaan”.

Dilain pihak adanya kejanggalan dari KPK saat menetapkan status Neneng istri Nazaruddin Busyro Muqodas menengok sesama rekan.tapi tak disangka Busyro mengumumkan nilai dugaan korupsi oleh Nazaruddin sebesar 6 trilyun lebih.kalimat “terstruktur dan sistemik”pun terucap.(Simbol adanya kerja sama legislative dan eksikutif).

Nazaruddin sedang menyerang pada sasaran dengan berani menyebutkan “SBY”,dengan kalimat halus “permohonan”,syair monolog.Oc Kaligis menyatakan dengan “symbol”dia diakali KPK dan Duta Besar Indonesia diColombia.

Masyarakat luas harus memahami jika KEBOHONGANpun punya Batasan,jangan salah menilai adanya PERUBAHAN pada Nazaruddin mari kita lihat surat tertulis M Nazaruddin:

Jakarta, 18 Agustus 2011
Kepada Yth
Bapak Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden RI
di Tempat

Bapak Presiden yang saya hormati, saya mohon kepada Bapak agar segera memberikan hukuman penjara kepada saya tanpa perlu lagi mengikuti proses persidangan untuk membela hak-hak saya. Bagi saya, saya rela dihukum penjara bertahun-tahun asalkan Bapak dapat berjanji Bapak akan memberikan ketenangan lahir dan batin bagi keluarga saya, khususnya bagi istri dan anak-anak saya.

Perlu saya jelaskan bahwa istri saya adalah benar-benar seorang ibu rumah tangga yang sama sekali tidak mengetahui apa pun yang berhubungan dengan kepartaian. Saya juga berjanji, saya tidak akan menceritakan apa pun yang dapat merusak citra Partai Demokrat serta KPK demi kelangsungan bangsa ini.

Demikian surat ini, mohon bantuan dan perhatian Bapak Presiden,.

Hormat saya,
Muhammad Nazaruddin

Isi surat ini sangat dapat dipastikan adalah sebuah strategi Pengacara OC Kaligis,simak agar kita memahami apa yang sedang berlangsung.Ingat bukti bukti telah disebar ( Pengakuan kurier mobil pembawa dana ke hotel Aston Bandung,Copas FD telah terjadi di Singapore ingat telah di Notarialkan di Singapore dan tentunya terkorelasi dengan OC Kaligis.

Jadi “Puisi Monolog” Nazaruddin akan bersinergis dengan KPK,percayalah KPK ada “Tenaga Baru”.Perhatikan pula isi surat semuanya tak dapat dilakukan SBY,KECUALI ………..

Mari kita ikuti dengan optimis jangan ragu Nazaruddin tak ada berubah sama sekali bahkan lebih garang dan berani menyebut nama SBY.